Laman

Kamis, 16 September 2010

Paket Tour

PAKET TOUR dan STUDI BANDING ( Ekonomi )

BANDUNG – JOGJA – SURABAYA – BALI – JAKARTA

10 HARI – 5 MALAM

( Pesawat ; Padang – Jakarta dan Jakarta – Padang )

ACARA HARI KE – 1

ACARA HARI KE – 2

Rombongan Sampai Di Padang dan Check In di Bandara

Bangun, Sarapan Pagi dan check out

Berangkat Ke Jakarta

Mengunjungi gunung Tengkuban Perahu dan kawasan air panas ciater

Rombongan Tiba di Jakarta dan makan siang

Makan Siang

Rombongan mengunjungi masjid kubah mas depok

Mengunjungi kawasan perbelanjaan cibaduyut dan cihampelas

Berangkat ke bandung

Makan Malam dan berangkat menuju kota Jogja

Tiba di Bandung, Makan malam dan Check in hotel di bandung

ACARA HARI KE – 3

ACARA HARI KE – 4

Tiba di pondok tinggal hotel desa borobudur dan sarapan pagi

Bangun, Sarapan pagi dan check out

Mengunjungi candi borobudur

Mengunjungi Jatim Park, Selecta, Desa Bunga Sidomulyo dan Sumber Air Panas Cangar,

Makan siang dan menuju Solo

Makan Siang

Mengunjungi Pusat Grosir Solo

Mengunjungi Agrobisnis petik apel/strawberry di Kusuma Agrowisata, Candi dan sumber air Songgoriti, dan air terjun Coban Rondo (Optional)

Berangkat menuju Kota malang

Berangkat Ke Pulau bali

Makan malam

Makan Malam

Tiba dikota malang dan dan check in di hotel Malioboro

ACARA HARI KE – 5

ACARA HARI KE – 6

Rombongan Tiba di Denpasar Bali dan Sarapan pagi

Bangun dan Sarapan pagi

Mengunjungi galuh artshop, Bed cover, Perak Celuk, Pusat Oleh2 Bali dan Kintamani (gunung dan danau batur)

Mengunjungi Bedugul, Pura ulundanu, Monkey Forest, alas kedaton Mengwi

Makan siang

makan siang

Mengunjungi Goa Gajah, Tampak Siring, Pasar sukowati dan tari kecak

Mengunjungi Pura Taman Ayun dan Tanah Lot

Check in di hotel pantai kuta dan Makan malam

Makan malam dan Kembali Ke Hotel

ACARA HARI KE – 7

ACARA HARI KE – 8

Bangun, Sarapan pagi dan check out

Sarapan pagi

Mengunjungi Pura uluwatu, Garuda Wisnu Kencana dan pantai benoa

Makan siang

makan siang

Makan Malam (jika rombongan tiba tengah malam maka langsung check in di hotel transit TMII)

Mengunjungi Joger, Pantai Kuta, dan Tanah Lot

Rombongan Menuju Kota Jakarta

Makan Malam

ACARA HARI KE – 9

ACARA HARI KE – 10

Rombongan Tiba di Jakarta dan Sarapan pagi

Bangun, Sarapan pagi dan check out

Mengunjungi Taman Mini Indonesia

Check out dan Mengunjungi pusat perbelanjaan Mangga 2

Makan siang (BOX)

Menuju bandara soekarno hatta dan Makan Siang (BOX)

Mengunjungi Taman Impian Jaya Ancol

Tiba di Bandara sukarno hatta, check in dan berangkat ke kota padang

Mengunjungi masjid istiqlal dan shalat magrib

Tiba Di kota Padang

Makan malam di monas dan kembali ke hotel

Rabu, 01 September 2010

Angin Langkisau yang Mendesau


PAINAN - Pesisir Selatan adalah sebuah kabupaten dalam wilayah propinsi Sumatra Barat. Daerahnya membujur dari barat laut ke tenggara. Pesisir Selatan terkenal dengan keindahan alamnya, selain pantainya yang membujur di sebelah barat. Di pesisir dipenuhi pula bukit terjal serta hutan menghijau di sebelah timurnya.
Salah satu pemandangan alamnya yang sangat mempesona adalah Bukit Langkisau Painan. Painan adalah ibukota Kabupaten Pesisir Selatan, terletak di pinggir pantai Samudera Indonesia.
Langkisau adalah nama sebuah bukit yang terletak di sebelah utara Kota Painan, ibu kabupaten Pesisir Selatan. Jaraknya dari Kota Padang, sekitar 75 Km atau dengan jarak tempuh lebih kurang dua jam naik kendaraan.
Bukit tersebut bagaikan sebuah dinding yang membatasi Painan dengan tetangganya, Salido, di sebelah utaranya. Bukit tersebut menghadap ke Samudra Indonesia.
Dari ketinggian puncak Langkisau Anda bebas memandang ke semua arah penjuru angin. Ke arah tenggaranya Anda akan menyaksikan Painan dengan bangunannya yang tersusun rapi seperti menyaksikan dari atas pesawat yang mau landing.
Ke arah utaranya Anda dapat menyaksikan negeri Salido dengan pantainya yang landai berhias pasir putih dan hamparan pesawahan serta bebukitan di sebelah timur negeri itu. Ke arah baratnya Anda dapat menyaksikan keindahan laut Painan dengan Pantai Carocok serta gugusan pulau yang indah mempesona serta perahu nelayan yang sibuk mengais rezeki baik siang maupun malam harinya. Sedangkan ke arah selatan Anda akan menyaksikan jalan-jalan berliku menelusuri bebukitan hijau yang menghadap ke laut lepas. Jalan tersebut adalah satu-satunya akses menuju ke kawasan selatan daerah Pesisir yang cukup panjang itu.
Di Bukit Langkisau juga terdapat beberapa vila yang menghadap ke laut yang menambah indah nya bukit Painan itu. Di puncak yang paling atas terdapat hamparan yang digunakan untuk olah raga paralayang. Para atlet paralayang itu biasanya start dari puncak Langkisau dan finishnya di pantai. Setelah melayang-layang beberapa menit di atas laut pantai si "anak Salido" itu.
Berwisata ke Painan rasanya kurang lengkap jika Anda tidak mampir di Pantai Carocok. Untuk menuju Carocok Anda dapat lakukan sebelum atau sesudah naik ke bukit Langkisau. Jika Anda masuk dari depan tugu Ilyas Ya'kub, Pahlawan Perintis Kemerdekaan asal Pesisir Selatan, sebelum naik ke Bukit Langkisau (ke kanan), jika diteruskan ke kiri, maka Anda akan sampai di Pantai Carocok nan indah itu.
Menjelang pulang meniggalkan Painan Anda akan melewati tanjakan kecil di kawasan Bukit Putus. Bila musim durian tiba Anda akan dapat membeli dan menikmati buah durian Bukit Putus yang terkenal lezat dan kamek itu.
Setelah meninggalkan Painan menuju arah ke Padang, sekitar 3 KM dari terminal Sago, Anda juga akan melewati Selayang Pandang, sebuah panorama alam yang menghadap ke Samudera Indonesia.
Dari sana Anda juga akan menyaksikan gugusan pulau-pulau yang berdiri kokoh di tengah laut serta jajaran bukit barisan yang menghijau ke arah selatannya, seakan-akan mendidingi laut Pesisir itu.
Silahkan mengisi masa liburan Anda berwisata ke Pesisir Selatan. Untuk menghabiskan waktu hanya satu hari Anda sudah dapat mengunjungi lima objek wisata sekaligus (5 in 1). Yakni Jambatan Aka, Bayang Sani, Selayang Pandang, Bukit Langkisau dan Pantai Carocok.
Nah jika Anda menggunakan masa liburan bersama keluarga dan anak-anak, perhatikanlah pesan-pesan berikut: "Langkisau bukit Painan, Salido batambang ameh, Hati risau baoklah bajalan, Nak ilang galau jo cameh". Nak dua pantun sairiang, "Baralek urang di Painan, Rang Bayang pai ka Lumpo, Nak salamaek tuan di jalan, Sumbayang jan sampai lupo". Selamat berwisata! Wassalam (Ahmad Kosasih)

Selasa, 31 Agustus 2010

Objek Wisata Alam Jambatan Aka

JAMBATAN AKA adalah nama salah satu objek wisata alam yang terdapat di Pulut-Pulut, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Jaraknya dari Kota Padang, kira-kira 80 Km ke arah selatan.
Disebut Jambatan Aka karena di situ terdapat sebuah jambatan (jembatan) yang terbuat dari akar kayu beringin. Kata aka dalam bahasa Minangkabau mengandung dua pengertian; yaitu pertama, aka sebagai padanan dari kata akal, kedua, aka sebagai padanan dari kata akar.
Jembatan yang satu ini memang unik. Tidak sebagaimana biasanya jembatan lain yang terbuat dari besi, kayu atau bambu. Jembatan ini terbuat dari akar pohon beringin yang dijalin sedemikian rupa sehingga menjadi sebuah jembatan yang dapat dititi oleh manusia. Jambatan Aka menghubungkan dua desa yang berseberangan yakni Desa Pulut-Pulut di sebelah Timur dan Desa Lubuk Silau di sebelah barat.
Di bawah jembatan mengalir sebuah sungai dengan airnya yang cukup dalam dan deras, bernama Sungai Batang Bayang.
Konon jembatan itu dibuat pertama kali oleh seorang petani dari Desa Pulut-Pulut yang bernama Pakih Sokan sekitar 100 tahun yang lalu. Tidak diketahui secara pasti kapan tahun pembuatannya. Pakih Sokan adalah putra asli di situ, dari suku Tanjuang dan menikah (manyumando) ke dalam Suku Jambak Demikian informasi yang penulis dapat dari Jawanis, penduduk Lubuk Silau pada 23 Mei 2010.
Pada awalnya jembatan ini dibuat dengan tujuan yang sangat sederhana yaitu untuk keperluan para petani dari desa Pulut-Pulut untuk mengerjakan sawah atau ladangnya yang berada di kampung seberang. Kampung seberang itu bernama Lubuak Silau. Cara pembuatannya' pun sangat sederhana yaitu akar pohon beringin yang terdapat di kedua terpi sungai itu dijalin dan dihubungkan lalu ditopang dengan kawat. Lama kelamaan akar tersebut terus menjadi besar dan kuat sehingga terjadilah sebuah jembatan yang dapat berfungsi sebagai sarana penyeberangan. Dinding jembatan juga terbuat dari akar yang ditopang kawat sebagai tempat pegangan bagi yang meniti. Sampai saat ini besar akar tersebut sudah mencapai sebesar betis, dan masih utuh serta layak sebagai tempat meniti.
Pendiri jembatan mungkin tidak membayangkan sama sekali apa yang pernah ia rintis itu akan termasyhur di suatu saat sebagai obyek wisata. Kemasyhuran Jambatan Aka sebagai salah satu obyek wisata baru bergaum sejak paruh awal dekade 80-an abad 20 M. Secara kebetulan bertepatan dengan gencarnya pencanangan serta promosi kepariwisataaan oleh pemerintah Orde Baru saat itu.
Padahal sebelumnya, jembatan yang unik itu dianggap sebagai hal yang biasa-biasa saja oleh penduduk setempat. Tak ada yang mempedulikannya selain orang-orang yang punya hajat untuk pergi ke desa sebelah yang masih dianggap sebagai desa terisolir itu.
Selain dari sebuah jambatan unik, sebagai objek pokok kunjungan para wisatawan, di sana juga terdapat aliran sungai dengan airnya yang jernih yang dapat dijadikan sebagai tempat mandi-mandi, berenang dan makan-makan atau bersantai-santai. Hamparan batu besar yang terdapat di tengah dan pinggiran sungai serta udaranya yang sejuk dengan pepohonan rindang yang menghijau di lereng bukit sekitar lokasi menambah kenyamanan serta membangkitkan imajinasi para pengunjungnya.
Di sebelah Timur di Desa Pulut-Pulut berdiri sebuah gunung batu yang terjal yang disebut dengan Gunung Jantan. Sementara di sebelah baratnya berdiri pula sebuah gunung dengan pepohonan yang rimbun dan hijau, bernama Gunung Betina. Kedua gunung tersebut seakan-akan menjadi saksi-saksi bisa sekaligus sebagai pengawal bagi tempat wisata tersebut. Lokasi Jambatan Aka dapat dijangkau dengan mudah karena kendaraan roda empat bisa sampai ke Desa Pulut-Pulut. Dengan masa tempuh sekitar dua setengah jam perjalanan dari Kota Padang para pengunjung sudah sampai ke lokasi yang dituju. Kira-kira 6 Km menjelang Desa Pulut-Pulut terdapat Desa Koto Baru yang terkenal dengan objek wisata alam serta pemandiannya bernama Bayang Sani Indah. Bayang Sani Indah adalah berupa air terjun (sarasah) yang terdiri dari tujuh tingkat. Tingkat pertama yang agak landai bernama Sarasah Lubuk Batu Peti. Tingkat kedua lebih landai lagi benama Sarasah Lubuk Batu Kabau. Tingkat ketiga yang agak terjal benama Sarasah Iku Kudo yang mirip dengan Lembah Anai. Sedangkan empat tingkat lainnya berada di dalam rimba raya yang jarang terjangkau oleh para pengunjungnya. Kemudian kira-kira 2 Km sebelum Pulut-Pulut terdapat pula sebuah desa bernama Asam Kumbang. Di situ terdapat sebuah pasar yang kegiatannya setiap Kamis sehingga masyarakat sekitar atau masyarakat Bayang pada umumnya menyebutnya dengan Balai Kamih (Pasar Kamis).
Di seberangnya terdapat sebuah desa yang bernama desa Calau terkenal sebagai penghasil buah-buahan seperti manggis, durian dan duku. Desa ini pernah kena musibah galodo (tanah longsor) di awal Ramadhan tahun 2000. Maka bagi para pengunjung jembatan yang kebetulan bertepatan dengan musim buah akan dapat membawa oleh-oleh berupa manggis, durian atau duku yang banyak bertaburan di Balai Kamih, Asam Kumbang itu. (Ahmad Kosasih/Harian Singgalang)

Kamis, 19 Agustus 2010

Pulau Ansoduo, Eksotis Berbalut Religi

Pulau Ansoduo merupakan satu dari enam gugusan pulau yang ada di
pesisir barat Kota Pariaman. Pulau nan indah ini terletak sekitar 2 mil laut dari tepi pantai. Untuk menjangkaunya hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit perjalanan menggunakan jasa boat atau kapal nelayan.
Pulau Ansoduo cocok untuk lokasi rekreasi keluarga atau sekedar untuk menenangkan diri, melepas penat dari sibuk rutinitas kerja. Berbagai aktivitas bisa dilakukan di kawasan ini, memancing, snockling (menyelam di permukaan, red) atau sekedar bermain di putih pasir dan riak ombak sambil menikmati lalulalang perahu nelayan.
Pulau Ansoduo sendiri memiliki luas sekitar 5 hektare lebih. Di
dalamnya tumbuh aneka tumbuhan khas perairan, nyiur, manggrove, pohon pelindung dan aneka tumbuhan semak belukar. Pemandangan pulau ini sangat indah. Di samping kiri, kanan dan belakan
g berjejer pulau-pulau lain seperti, Pulau Kasiak, Tangah, Ujuang, Gosong dan Pandan atau Bando.
Pulau Ansoduo memiliki khasanah legenda sejarah yang cukup panjang. Konon dari ceritanya, pulau kecil ini sudah dimanfaatkan sejak zaman peradaban Islam tempo dulu. Itu dibuktikan dengan adanya beberapa kuburan tua dan masih adanya kelompok masyarakat yang melakukan ziarah ke Pulau Ansoduo. Dari legenda itu pula, tak heran kalau keindahan dan eksotisme pulau sedikit dibalut nuansa religi.
Berkunjung ke pulau nan indah ini, kali pertama menapakan kaki, Anda akan dibawa merasakan suasana damai, hening, senyap dan jauh dari kebisingan serta deru derab suasana perkotaan. Semakin jauh ke jantung pulau, keheningan kian terasa seiring nyaringnya suara jengkrik dan nuansa pulau yang berbaur dengan sedikit n
uansa mistis.
Dikatakan mistis, karena persis di tengah pulau terdapat beberapa bekas bangunan usang dan areal pemakaman yang salah satunya adalah situs sejarah ‘Kuburan Panjang’. Kuburan Panjang memiliki
panjang mencapai 6 meter. Kuburan ditutupi kain putih dengan dua batu nisan berukuran besar.
Hingga kini tak ada cerita pasti tentang situs ‘Kuburan Panjang’. Dari cerita yang berkembang di masyarakat, ‘Kuburan Panjang’ adalah makam salah seorang guru dari ulama besar Syekh Burhanuddin Ulakan, Padang Pariaman. Versi lain mengatakan, kalau ‘Kuburan Panjang’ adalah makam M. Natsir, salah seorang pengikut setia Syekh Burhanuddin.
Kuburan ini terawat baik. Situs ‘Kuburan Panjang’ ramai dikunjungi masyarakat untuk melakukan ziarah dan ritual keagamaan. Biasanya peziarah ramai berkunjung pada bulan Juni dan Juli. Mereka tak hanya datang dari sejumlah daerah di Padang Pariaman, seperti dari Padang Sago, Kampuang Dalam, Sungai Sariak dan Patamuan, tapi juga ada peziarah yang datang dari Riau, Medan, Jambi, Banten dan sejumlah daerah lainnya.
Seiring menggeliatnya pariwisata Kota Pariaman, pemerintah setempat kini mencoba mengambangkan potensi Pulau Ansoduo menjadi komoditi pariwisata unggulan. Berbagai sarana dan prasarana telah dan akan dibangun di kawasan ini. Pemerintah Kota Pariaman telah menetapkan konsep Pulau Ansoduo menjadi kawasan objek wisata keluarga dan religi.
Di Pulau Ansoduo, saat ini telah dibangun sejumlah fasilitas
pendukung, seperti, dermaga permanen untuk bersandarnya kapal, dua unit rumah singgah yang kini masih dimanfaatkan untuk penginapan para nelayan, jalan setapak, fasilitas kamar mandi, toilet dan sumber air bersih. Saat ini juga sedang dikebut pembangunan fasilitas tempat ibadah Surau Tuanku dan perbaikan situs sejarah ‘Kuburan Panjang’.
Tak hanya untuk berwisata keluarga, bagi peminat olahraga pancing, kawasan gugusan pulau juga sangat cocok untuk area pemancingan.
Di balik Pulau Ansoduo ada Pulau Pandan, orang Pariaman menyebutnya Pulau Bando. Karang di perairan antara Pulau Ansoduo dan Pulau Bando adalah spot (tempat, red) memacing yang sangat potensial. Berbagai jenis ikan besar dan kecil ada di spot pancing ini.
Sayangnya, akses kapal transportasi untuk menjangkau Pulau Ansoduo masih sangat terbatas. Untuk menikmati indahnya kawasan Pulau Ansoduo, pengunjung terpaksa harus menyewa kapal-kapal kecil milik nelayan.
Penyediaan kapal khusus oleh Pemerintah Kota Pariaman untuk sarana transportasi ke objek wisata Pulau Ansoduo hingga kini baru sebatas wacana. Anda penasaran dengan eksotisnya kawasan Pulau Ansoduo, tak ada salahnya menyisihkan waktu menikmatinya. (Tomi Syamsuar/Harian Singgalang)

Minggu, 20 Juni 2010

Selamat Datang di WebBlog Kami

Padang Wisata

Ini merupakan website untuk memberikan informasi seputar pariwisata di Indonesia khususnya Sumatra Barat. Indonesia kaya ddengan potensi wisata termasuk Sumbar.
Sumbar kaya dengan objek wisata.
Untuk itu kami siap melayani Anda untuk tour wisata ke Sumbar atau daerah lain di Indonesia.
Anda bisa menghubgungi kami di No telp (0751) 8507310 atau 081374836863. Email resyaw@yahoo.co.id

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Padang Wisata